
Tidak semua ruqyah sesuai dengan ajaran Islam yang benar. Ada praktik-praktik yang mengatasnamakan ruqyah, tetapi menyimpang dari ajaran Rasulullah ﷺ. Contohnya adalah penggunaan mantra-mantra yang tidak berasal dari Al-Qur’an dan hadis, atau meminta bantuan makhluk gaib.
Ruqyah Aswaja berpegang teguh pada prinsip bahwa hanya Allah yang bisa menyembuhkan. Dalam ruqyah ini, tidak ada unsur syirik, seperti menggunakan jimat atau membaca doa yang tidak jelas maknanya. Bacaan ruqyah harus murni dari ayat-ayat Al-Qur’an dan doa yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.
Dengan memahami perbedaan ini, umat Islam dapat terhindar dari praktik yang tidak sesuai dengan syariat. Ruqyah yang benar akan mendekatkan diri kepada Allah, bukan justru menjauhkan dengan praktik yang bertentangan dengan tauhid.



