Kenali Tanda-Tanda Sakit Karena Santet

/

SUMBER penyakit tidak melulu disebabkan oleh faktor medis. Ada penyakit yang sumbernya serangan energi negatif. Baik yang ditembakkan orang lain, maupun akibat dari perkataan sendiri ataupun ucapan orang.

“Akibat fisik yang terlihat adalah bahwa orang yang terkena serangan mengalami gangguan medis. Bentuk sakitnya bermacam-macam, seperti halnya penyakit medis,” kata Ainun Yaqin, praktisi ruqyah Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) Jogyakarta.

Menurut pengurus LDNU Bantul ini, hal pertama yang diserang oleh santet dan sejenisnya adalah merusak pikiran target sasaran. Pikiran dikacaukan. Selanjutnya setelah pikiran dan konsentrasi terganggu, energi yang ditembakkan akan mudah masuk ke dalam tubuh target.

Setelah berada dalam tubuh, energi negatif tersebut akan leluasa bergerak, memilih tempat bersarang. Bagian atau organ tubuh yang ditempati energi tersebut akan bermasalah dan mengakibatkan gangguan medis atau sakit.. Bentuk sakitnya bermacam-macam, tetapi lazimnya adalah penyakit ganas.

Ainun yang sudah banyak menangani gangguan santet ini mengingatkan, hati-hati bila di tengkuk sampai kepala belakang bagian bawah sering sakit. “Itu bisa menjadi pertanda awal masuknya energi negatif menyerang yang bersangkutan. Apalagi apabila kemudian dilanjutkan dengan area tulang ekor sering pegal. Jika dua hal tersebut sudah terjadi, indikasi terserang santet semakin kuat” ungkap warga Bintaran Kulon RT 04 Srimulyo Piyungan Bantul ini.

Tengkuk dan kepala yang sering sakit terjadi karena adanya buhul yang mencoba masuk ke tubuh. Buhul adalah media berupa energi yang ditembakkan ke target. “Buhul ibarat tower yang memancaran frekuensi gelombang negatif. Maka jika ingin mengatasi sampai tuntas. Buhul harus diambil dan dibuang. Dengan izin Allah, seringkali buhul bisa diambil dalam wujud benda. Entah apa bentuknya,” paparnya seperti dikutip koran Minggu Pagi.

Buhul terkadang tidak hanya menyasar dan bersarang di tubuh target. Menurut Ainun, buhul sering bersarang di lingkungan rumah. “Buhul yang bersarang di lingkungan rumah lebih berbahaya. Karena energinya akan tetap terpancar dan mengena orang-orang yang ada di rumah tersebut. Sehingga harus segera dilakukan tindakan pengambilan,” katanya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *